
MITOSBOLA – Timnas Portugal U-17 resmi mencatatkan sejarah baru setelah memastikan diri sebagai juara Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Qatar.
Bermain di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam WIB, Selecao muda menuntaskan mimpi yang sudah puluhan tahun ditunggu melalui kemenangan tipis 1-0 atas Austria.
Gol tunggal Anisio Cabral pada menit ke-32 menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung ketat. Mengutip laporan FIFA, Cabral memanfaatkan kemelut di depan gawang Austria untuk memastikan Portugal membawa pulang trofi yang sebelumnya tak pernah mereka sentuh.
Gelar Perdana Setelah Penantian Panjang
Prestasi ini terasa istimewa bagi Portugal. Sejak pertama kali mengikuti turnamen ini, pencapaian terbaik mereka adalah finis di peringkat ketiga pada edisi 1989 di Skotlandia. Butuh lebih dari tiga dekade bagi generasi muda Portugal untuk akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Di sisi lain, Austria juga menciptakan sejarahnya sendiri. Meski harus puas sebagai runner-up, posisi kedua merupakan pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Dunia U-17, setelah selama ini tak pernah melampaui fase grup.
Laga perebutan tempat ketiga mempertemukan Italia dan Brasil, dua kekuatan besar sepak bola usia muda. Dalam duel yang berlangsung sama kuat selama 90 menit, Italia akhirnya keluar sebagai pemenang lewat drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0.
Nigeria, Raja Tak Terbantahkan di Piala Dunia U-17
Meski Portugal meraih sorotan pada edisi 2025, titel sebagai tim tersukses di sepanjang sejarah turnamen ini tetap menjadi milik Nigeria U-17. Negara Afrika Barat tersebut memiliki catatan luar biasa dengan total lima gelar juara (1985, 1993, 2007, 2013, 2015), serta tiga kali menjadi runner-up (1987, 2001, 2009).
Gelar terakhir Nigeria diraih pada 2015 di Chile, ketika mereka menaklukkan Mali 2-0 dalam final yang mempertemukan dua kekuatan Afrika.
Di bawah Nigeria, ada Brasil U-17 yang terus konsisten menelurkan talenta terbaik. Tim muda Selecao telah mengoleksi empat trofi (1997, 1999, 2003, 2019) dan dua kali menjadi finalis (1995 dan 2005). Kemenangan terakhir mereka hadir pada edisi 2019 saat menjadi tuan rumah dan menaklukkan Meksiko 2-1 di partai puncak.
